Bacaan Sholat Jumat

Pada dasarnya, bacaan sholat jumat hampir sama dengan bacaan sholat wajib atau sholat sunat pada umumnya. Hanya dalam beberapa kawasan saja ada sedikit perbedaan. Nah, untuk lebih jelasnya, akan Saya tulis secara lengkap semua bacaan sholat jumat di bawah ini.

Sholat jumat berapa rakaat ? Kita semua tahu bahwa sholat jumat itu dilakukan sebanyak 2 rakaat, sebagai pengganti sholat zhuhur dan khutbah. Sholat jumat hanya wajib dilakukan oleh kaum laki-laki yang sudah baligh dan berakal, sedangkan kaum perempuan cukup dengan melaksanakan sholat zhuhur menyerupai biasa. Jadi, tidak ada niat sholat jumat bagi wanita.

Cara sholat jumat berjamaah

Seperti biasa, setiap akan melaksanakan sholat, niscaya didahukui dengan niat. Niat termasuk rukun sholat, sehingga jikalau seseorang sholat tapi tanpa melaksanakan niat dahulu, maka belum jadi sholatnya. Adapun kawasan niat itu di dalam hati dan waktunya yakni berbarengan dengan membaca takbiratul ihram.

Adapun jikalau seseorang berniat sholat jumat dengan melafadzkan bacaan niat sholat jumat sebelum takbiratul ihram, maka itu tidak termasuk niat, alasannya yakni menyerupai yang telah Saya ulas bahwa waktunya niat dalam sholat berdasarkan mazhab Syafi’iyyah yakni ketika membaca takbiratul ihram.

Adapun orang yang melafadzkan niat, menyerupai dalam sholat jumat, maka membaca lafadz di bawah ini sebelum takbiratul ihram, maka itu diperbolehkan untuk membantu kefokusan niat dalam hati.

Namun lantaran bacaan tersebut dibaca sebelum takbiratul ihram, maka bacaan tersebut tidak termasuk niat, alasannya yakni yang namanya niat itu dilakukan di dalam hati dan waktunya ketika takbiratul ihram.

Kaprikornus jikalau ada orang membaca lafadz niat di atas dan juga dihatinya berniat, maka jadilah sholatnya. Begitu pula jikalau ada orang yang tidak mengucapkan lafadz di atas namun hatinya berniat, maka jadilah sholatnya. Namun jikalau ada orang hanya membaca lafadz di atas, sementara hatinya tidak berniat, maka sholatnya belum jadi.

Adapun lafadz niat sholat jumat bagi makmum yakni :

اُصَلِّيْ فَرْضَ اْلْجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءًمَامُوْماً لِلَّهِ تَعَالَى

USHOLLI FARDLOL JUM’ATI ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA-MUUMAN LILLAAHI TA’AALA.

Aku niat melaksanakan shalat fardu jumat 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, ketika ini, menjadi makmum lantaran Allah ta’ala.

Lafadz di atas berlaku untuk mereka yang melaksanakan sholat jumat menjadi makmum. Adapun bagi mereka yang melaksanakan sholat jumat sebagai imam, maka menggantikan lafadz MA-MUUMAN dengan lafadz IMAAMAN.

Begitu verbal Anda selesai membaca niat di atas, maka begitu Anda membaca takbir untuk takbiratul ihrom, niatlah di dalam hati bahwa Anda akan melaksanakan seluruh rukun sholat jumat dari niat hingga salam pada ketika jumat lantaran melaksanakan kewajiban atau perintah Allah, sambil mengangkat 2 tangan hingga kira-kira ujung ibu jari tangan menyentuh daun pendengaran dengan posisi telapak tangan menghadap ke kiblat.

Adapaun bacaan takbiratul ihrom itu yakni lafadz :

الله اكبر

ALLAAHU AKBAR
Allah Maha Besar.

Begitu Anda mengucapkan A-nya lafadz ALLAAHU, maka disitulah tempatnya niat dan disitulah awalnya Anda mengangkat tangan. Begitu Anda mengucapkan BAR-nya dari lafadz AKBAR, niat sudah selesai dan posisi tangan sudah bersedekap.

Selanjutnya, sesudah takbiratul ihram disunatkan membaca doa iftitah. Doa iftitah itu banyak macamnya dan Anda sanggup menentukan salah satumya. Doa iftitah tidak termasuk rukun sholat, artinya jikalau Anda tidak membaca doa iftitah, maka sah-sash saja sholatnya, hanya saja tidak akan mendapat pahala sunat.

Adapun bacaan iftitah itu diantaranya yakni :

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِيْن . إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِيًن

INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL-ARDHA, HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN. INNA SHALAATI WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHI RABBIL ‘ALAAMIINA. LAA SYARIIKA LAHU WABIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIINA.”

Sesungguhnya saya menghadapkan mukaku kepada Dzat yang membuat langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan bukannya saya termasuk dalam golongan musyrik. Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, lantaran itu saya rela diperintah dan saya ini yakni golongan orang Islam.

Selanjutnya kita mendengarkan imam membaca Fatihah. Setelah imam membaca Fatihah dan membaca AAMIIN bersama-sama, maka makmum membaca Al Fatihah. Mungkin ada perbedaan pendapat di sini, lantaran ada yang beropini bahwa kalau sudah mendengar bacaan imam, maka tidak usah membaca Fatihah lagi.

Ya, tentu bagi Anda yang beropini menyerupai itu, silahkan saja. Hanya bagi mereka yang bermazhab Syafi’iyyah, maka Anda sebagai makmum pun tetap wajib membaca Fatihah, lantaran dalam pandangan fiqih Syafi’i, fatihah yakni rukun sholat setiap orang yang sholat, kecuali dalam kondisi makmum masbuq, maka tidak membaca Fatihah pun tidak menjadi masalah.

Disunatkan sebelum membaca Al Fatihah, membaca ta’udz dulu. Walaupun Saya yakin sudah pada hafal, nggak ada salahnya Saya tulis kembali bacaan Al Fatihah di bawah ini.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ 
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم 
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ 
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ 
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ 
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
ALHAMDULILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN
ARRAHMAANIRRAHIIM
MAALIKI YAUMIDDIIN
IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IIN
IHDINASH SHIRRAATAL MUSTAQIIM
SHIRAATHALLADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDUUBI ‘ALAIHIM WALADH DHAAALLIIN

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam 
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Yang menguasai di Hari Pembalasan 
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan 
Tunjukilah kami jalan yang lurus 
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang 

Selanjutnya, sesudah kita selesai membaca Fatihah, kita pun mendengarkan imam membaca surat. Surat yang imam baca untuk sholat jumat, sunatnya yakni Surat Al Munafiqun dan Al Jumu’ah atau Al A’laa dan Al Ghosyiyah. Kaprikornus bagi imam, dianjurkan untuk hafal surat di atas.

Selanjutnya melaksanakan ruku sambil membaca takbir dan mengangkat tangan. Posisi ruku yang benar yakni telapak tangan memegang tempurung lutut dengan posisi punggung menyerupai garis lurus dengan kepala. Pada ketika ruku, disunatkan membaca tasbih, sanggup sekali, 3 kali atau lebih, yakni :

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

SUBHAANA RABBIYAL ‘AZHIIMI WABIHAMDIH
Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Terpuji.

Ada juga yang membaca SUBHAANA RABBIYAL ‘AZHIIMI tanpa WABIHAMDIH. Itu boleh dan ada dalilnya. Bahkan ada juga lafadz lainnya, silahkan saja mau pilih yang mana, alasannya yakni yang menjadi rukun sholat yakni pekerjaan ruku-nya, bukan bacaannya.

Selanjutnya menuju posisi i’tidal yakni posisi bangun menyerupai sebelum ruku sambil mengangkat tangan. Adapun posisi tangan ketika i’tidal, ada beberapa pendapat ulama yakni boleh sambil bersedekap dan boleh juga sambil dilepaskan.

Pada ketika mau i’tidal, ketika tangan diangkat, disunatkan membaca doa i’tidal yakni :

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANAA WALAKAL HAMDU.

Allah mendengar akan sesiapa yang memuji-Nya. Hai Tuhan kami, kepada Engkaulah segala pujian.

Anda juga sanggup membaca doa lainnya lantaran bacaan i’tidal pun bervariasi, tidak hanya satu. Hanya saja di sini Saya hanya menulis yang pendek-pendeknya saja.

Setelah i’tidal, barulah kita turun untuk sujud pertama sambil membaca takbir namun tidak perlu mengangkat tangan. Pada waktu sujud, disunatkan kita membaca tasbih sebanyak 1, 3, 7 kali atau lebih dari itu. Bacaan tasbihnya yakni :

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

SUBHAANA RABBIYAL A’LAA WABIHAMDIH
Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji

Kemudian duduk antara 2 sujud sambil membaca takbir. Posisi duduknya disebut posisi duduk iftirasy yakni menduduki telapak kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Saat duduk ini juga disunatkan membaca doa yakni :

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

RABBIGHFIRLII WARHAMNII WARFA’NII WAJBURNII WARZUQNII WAHDINII WA ‘AAFINII WA’FU ‘ANNII

Ya Allah ! ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, dan angkatlah darjatku dan cukuplah segala kekuranganku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah saya petunjuk dan sejahterakanlah saya dan berilah keampunan padaku.

Selanjutnya melaksanakan sujud ke dua. Caranya dan bacaannya sama dengan sujud ke satu. Setelah sujud ke dua, selanjutnya bangun untuk melaksanakan rakaat ke 2 sholat maghrib. Disunatkan duduk dahulu sejenak, sebelum bangun menyerupai halnya duduk iftirasy. Duduk ini dinamakan duduk istirahat.

Ketika berdiri, juga sambil mengucapkan takbir, hanya saja untuk menuju rakaat ke 2 ini, Anda tidak perlu mengangkat tangan hingga pendengaran menyerupai halnya takbiratul ihram. Cukup baca takbir kemudian tangan simpan dalam posisi sedekap.

Selanjutnya mendengarkan imam membaca Fatihah dan seterusanya menyerupai halnya pada rakaat pertama hingga sujud ke 2. Nah pada rakaat ke 2 ini, sesudah Anda melaksanakan sujud ke 2, Anda membaca tasyahud akhir. Bacaannya yakni :

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى  مُحَمَّد وعلى آلِ  مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى  إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ   إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى  مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ   مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى   إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ  إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد. اَلْلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَّالِ

ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAATUTH THAYYIBATUL LILLAAH, ASSALAAMU’ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH, ASSALAAMU’ALAINAA WA’ALAA ‘IBAADILLAAHISH SHAALIHIIN. ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH, WAASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH. ALLAHHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA SHALLAITA ‘ALAA IBRAAHIM, WA ‘ALAA AALI IBRAAHIM. WABAARIK ‘ALAA MUHAMMAD, WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA BAARAKTA ‘ALAA IBRAAHIM, WA ‘ALAA AALI IBRAAHIM. FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUM MAJIID. ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAMA WAMIN ‘ADZAABIL QABRI WAMIN FITNATIL MAHYAA WAMAMAATI WAMIN FITNATIL MASIIHID DAJJAAL.
Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan biar tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad yakni utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. “ Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. “ Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.” Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya dajal.

Selanjutnya sesudah imam selesai membaca salam, makmum pun membaca salam sambil menoleh ke kanan dan juga ke kiri. Bacaan salamnya yakni :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله

ASSALAAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAAH
Keselamatan dan rahmat buat Anda sekalian.
Sampai sini, maka sempurnalah sholat jumat. Selanjutnya Anda tinggal membaca dzikir dan doa sesudah sholat jumat atau doa yang biasa dibaca sesudah sholat fardhu sesuai kebiasaan. Demikianlah bacaan sholat jumat bagi makmum dan imam sesuai dengan urutan shalat jumat lengkap.