Bacaan Sholat Maghrib

Bacaan sholat maghrib hampir sama dengan bacaan sholat wajib atau sholat sunat pada umumnya. Hanya dalam beberapa daerah saja ada sedikit perbedaan. Nah, untuk lebih jelasnya, akan Saya tulis secara lengkap semua bacaan sholat maghrib d bawah ini.

Saya yakin bahwa Anda sudah tahu kalau sholat maghrib itu dilakukan sebanyak 3 rakaat. Jika Anda melakukannya 2 atau 4 rakaat, berarti ada yang salah dalam diri Anda. He..he..

Seperti biasa, setiap akan melaksanakan sholat, niscaya didahukui dengan niat. Niat termasuk rukun sholat, sehingga kalau seseorang sholat tapi tanpa melaksanakan niat dahulu, maka belum jadi sholatnya. Adapun daerah niat itu di dalam hati dan waktunya yaitu berbarengan dengan membaca takbiratul ihram.

Adapun kalau seseorang berniat sholat maghrib dengan melafadzkan bacaan niat sholat maghrib sebelum takbiratul ihram, maka itu tidak termasuk niat, alasannya yaitu menyerupai yang telah Saya ulas bahwa waktunya niat dalam sholat berdasarkan mazhab Syafi’iyyah yaitu ketika membaca takbiratul ihram.

Adapun orang yang melafadzkan niat, menyerupai dalam sholat maghrib membaca  lafadz di bawah sebelum takbiratul ihram :

اُصَلِّيْ فَرْضَ اْلْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

USHOLLI FARDLOL MAGHRIBI TSALAATSA ROKA’AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN LILLAAHI TA’AALA.

Aku niat melaksanakan shalat fardu maghrib 3 rakaat, sambil menghadap qiblat, dikala ini, lantaran Allah ta’ala.

Maka itu diperbolehkan untuk membantu kefokusan niat dalam hati. Namun lantaran bacaan tersebut dibaca sebelum takbiratul ihram, maka bacaan tersebut tidak termasuk niat, alasannya yaitu yang namanya niat itu dilakukan di dalam hati dan waktunya dikala takbiratul ihram.

Kaprikornus kalau ada orang membaca lafadz niat di atas dan juga dihatinya berniat, maka jadilah sholatnya. Begitu pula kalau ada orang yang tidak mengucapkan lafadz di atas namun hatinya berniat, maka jadilah sholatnya. Namun kalau ada orang hanya membaca lafadz di atas, sementara hatinya tidak berniat, maka sholatnya belum jadi.

Lafadz di atas berlaku untuk mereka yang melaksanakan sholat maghrib sendiri. Adapun bagi mereka yang melaksanakan sholat berjamaah, maka ada sedikit komplemen kata sehabis lafadz ADAA-AN, yakni ditambah lafadz MA-MUUMAN bagi mereka yang menjadi makmum, dan menambah IMAAMAN, bagi yang menjadi imam sholat.

Begitu verbal Anda selesai membaca niat di atas, maka begitu Anda membaca takbir untuk takbiratul ihrom, niatlah di dalam hati bahwa Anda akan melaksanakan seluruh rukun sholat maghrib dari niat hingga salam pada dikala maghrib lantaran melaksanakan kewajiban atau perintah Allah, sambil mengangkat 2 tangan hingga kira-kira ujung ibu jari tangan menyentuh daun indera pendengaran dengan posisi telapak tangan menghadap ke kiblat.

Adapaun bacaan takbiratul ihrom itu yaitu lafadz :

الله اكبر

ALLAAHU AKBAR
Allah Maha Besar.

Begitu Anda mengucapkan A-nya lafadz ALLAAHU, maka disitulah tempatnya niat dan disitulah awalnya Anda mengangkat tangan. Begitu Anda mengucapkan BAR-nya dari lafadz AKBAR, niat sudah selesai dan posisi tangan sudah bersedekap.

Selanjutnya, sehabis takbiratul ihram disunatkan membaca doa iftitah. Doa iftitah itu banyak macamnya dan Anda sanggup menentukan salah satumya. Doa iftitah tidak termasuk rukun sholat, artinya kalau Anda tidak membaca doa iftitah, maka sah-sash saja sholatnya, hanya saja tidak akan mendapat pahala sunat.

Adapun bacaan iftitah itu diantaranya yaitu :

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِيْن . إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِيًن

INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL-ARDHA, HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN. INNA SHALAATI WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHI RABBIL ‘ALAAMIINA. LAA SYARIIKA LAHU WABIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIINA.”

Sesungguhnya saya menghadapkan mukaku kepada Dzat yang membuat langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan bukannya saya termasuk dalam golongan musyrik. Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, lantaran itu saya rela diperintah dan saya ini yaitu golongan orang Islam.

Selanjutnya membaca Al Fatihah. Ini dilarang tidak dibaca, lantaran termasuk rukun sholat kecuali bagi makmum masbuq. Disunatkan sebelum membaca Al Fatihah, membaca ta’udz dulu. Walaupun Saya yakin sudah pada hafal, nggak ada salahnya Saya tulis kembali bacaan Al Fatihah di bawah ini.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ 
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم 
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ 
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ 
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ 
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
ALHAMDULILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN
ARRAHMAANIRRAHIIM
MAALIKI YAUMIDDIIN
IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IIN
IHDINASH SHIRRAATAL MUSTAQIIM
SHIRAATHALLADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDUUBI ‘ALAIHIM WALADH DHAAALLIIN

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam 
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Yang menguasai di Hari Pembalasan 
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan 
Tunjukilah kami jalan yang lurus 
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang 

Disunatkan membaca AAMIIN gotong royong antara makmum dan imam sehabis simpulan Al Fatihah. Selanjutnya membaca surat. Surat yang Anda baca untuk sholat maghrib yaitu surat pendek, alasannya yaitu waktu maghrib sangat pendek.

Sebagai contoh, contohnya Anda sanggup membaca Surat Al Kaafiruun dan Al Ikhlash, atau Al Falaq dengan An Naas dan lain sebagainya.

Selanjutnya melaksanakan ruku sambil membaca takbir dan mengangkat tangan. Posisi ruku yang benar yaitu telapak tangan memegang tempurung lutut dengan posisi punggung menyerupai garis lurus dengan kepala. Pada dikala ruku, disunatkan membaca tasbih, sanggup sekali, 3 kali atau lebih, yakni :

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

SUBHAANA RABBIYAL ‘AZHIIMI WABIHAMDIH
Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Terpuji.

Ada juga yang membaca SUBHAANA RABBIYAL ‘AZHIIMI tanpa WABIHAMDIH. Itu boleh dan ada dalilnya. Bahkan ada juga lafadz lainnya, silahkan saja mau pilih yang mana, alasannya yaitu yang menjadi rukun sholat yaitu pekerjaan ruku-nya, bukan bacaannya.

Selanjutnya menuju posisi i’tidal yakni posisi bangun menyerupai sebelum ruku sambil mengangkat tangan. Adapun posisi tangan dikala i’tidal, ada beberapa pendapat ulama yakni boleh sambil bersedekap dan boleh juga sambil dilepaskan.

Pada dikala mau i’tidal, ketika tangan diangkat, disunatkan membaca doa i’tidal yakni :

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANAA WALAKAL HAMDU.

Allah mendengar akan sesiapa yang memuji-Nya. Hai Tuhan kami, kepada Engkaulah segala pujian.

Anda juga sanggup membaca doa lainnya lantaran bacaan i’tidal pun bervariasi, tidak hanya satu. Hanya saja di sini Saya hanya menulis yang pendek-pendeknya saja.

Setelah i’tidal, barulah kita turun untuk sujud pertama sambil membaca takbir namun tidak perlu mengangkat tangan. Pada waktu sujud, disunatkan kita membaca tasbih sebanyak 1, 3, 7 kali atau lebih dari itu. Bacaan tasbihnya yaitu :

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

SUBHAANA RABBIYAL A’LAA WABIHAMDIH
Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji

Kemudian duduk antara 2 sujud sambil membaca takbir. Posisi duduknya disebut posisi duduk iftirasy yakni menduduki telapak kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Saat duduk ini juga disunatkan membaca doa yakni :

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

RABBIGHFIRLII WARHAMNII WARFA’NII WAJBURNII WARZUQNII WAHDINII WA ‘AAFINII WA’FU ‘ANNII

Ya Allah ! ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, dan angkatlah darjatku dan cukuplah segala kekuranganku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah saya petunjuk dan sejahterakanlah saya dan berilah keampunan padaku.

Selanjutnya melaksanakan sujud ke dua. Caranya dan bacaanya sama dengan sujud ke satu. Setelah sujud ke dua, selanjutnya bangun untuk melaksanakan rakaat ke 2 sholat maghrib. Disunatkan duduk dahulu sejenak, sebelum bangun menyerupai halnya duduk iftirasy. Duduk ini dinamakan duduk idtirahat.

Ketika berdiri, juga sambil mengucapkan takbir, hanya saja untuk menuju rakaat ke 2 ini, Anda tidak perlu mengangkat tangan hingga indera pendengaran menyerupai halnya takbiratul ihram. Cukup baca takbir kemudian tangan simpan dalam posisi sedekap.

Selanjutnya membaca Fatihah dan seterusanya menyerupai halnya pada rakaat pertama hingga sujud ke 2. Nah pada rakaat ke 2 ini, sehabis Anda melaksanakan sujud ke 2, Anda membaca dahulu tasyahud awal. Bacaannya yaitu :

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى  مُحَمَّد

ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHOLAWAATUTH THAYYIBATUL LILLAAH, ASSALAAMU’ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH, ASSALAAMU’ALAINAA WA’ALAA ‘IBAADILLAAHISH SHAALIHIIN. ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH, WAASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH. ALLAHHUMMA SHOLLI ‘ALAA   MUHAMMAD.
Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan biar tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Ya Allah saya bersumpah dan berjanji bahwa tiada ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau ya Allah, dan saya bersumpah dan berjanji sebetulnya Nabi Muhammad yaitu utusan-Mu Ya Allah. Ya Allah, limpahkan shalawat-Mu kepada Nabi Muhammad.

Setelah itu, Anda bangun kembali menuju rakaat ke 3 sholat maghrib. Pada dikala mau berdiri, menyerupai biasa disertai dengan membaca takbir dan mengangkat tangan menyerupai halnya takbiratul ihram. Setelah itu membaca Fatihah dan sehabis Fatihah, tidak perlu membaca surat, tapi pribadi ruku dan gerakan seterusnya hingga sujud ke 2.

Setelah sujud ke 2, dilanjutkan dengan tasyahud simpulan dengan posisi duduk tawaruk. Adapun bacaan tasyahud yang dibaca sama dengan tasyahud awal, hanya ditambah dengan doa. Bacaan tasyahud simpulan yang lengkap yaitu :

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى  مُحَمَّد وعلى آلِ  مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى  إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ   إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى  مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ   مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى   إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ  إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد. اَلْلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَّالِ

ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAATUTH THAYYIBATUL LILLAAH, ASSALAAMU’ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH, ASSALAAMU’ALAINAA WA’ALAA ‘IBAADILLAAHISH SHAALIHIIN. ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH, WAASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH. ALLAHHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA SHALLAITA ‘ALAA IBRAAHIM, WA ‘ALAA AALI IBRAAHIM. WABAARIK ‘ALAA MUHAMMAD, WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA BAARAKTA ‘ALAA IBRAAHIM, WA ‘ALAA AALI IBRAAHIM. FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUM MAJIID. ALLAAHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAMA WAMIN ‘ADZAABIL QABRI WAMIN FITNATIL MAHYAA WAMAMAATI WAMIN FITNATIL MASIIHID DAJJAAL.
Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan biar tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad yaitu utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. “ Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. “ Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.” Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya dajal.

Selanjutnya membaca salam sambil menoleh ke kanan dan juga ke kiri. Bacaan salamnya yaitu :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله

ASSALAAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAAH
Keselamatan dan rahmat buat Anda sekalian.
Sampai sini, maka sempurnalah sholat maghrib kita 3 rakaat. Selanjutnya Anda tinggal membaca dzikir dan doa yang biasa dibaca sehabis sholat fardhu.