Bacaan Sholat Muhammadiyah

Sebetulnya tidak bermaksud pro organisasi Muhammadiyyah kalau Saya menulis artikel berjudul bacaan sholat muhammadiyah ini, alasannya yakni Saya sendiri lebih condong ke NU. Namun lantaran antara kedua organisasi ini banyak kesamaannya termasuk pendirinya juga sama-sama seorang kiai yang mencari ilmu di Mekkah, maka Saya yakin dalam hal bacaan sholat pun akan seolah-olah dan tak akan banyak perbedaan.

Hasil penelusuran Saya di internet, Saya mendapati beberapa blog yang menciptakan artikel perihal bacaan sholat Muhammadiyah. Kaprikornus memang semua bacaan solat tersebut Saya copas saja dengan tujuan bukan untuk memperuncing perbedaan, justru meningkatkan ukhwah, alasannya yakni cahaya bintang di langit yang berbeda-beda justru memperindah langit.

Kita mulai saja ya.

Doa Iftitah

اَللّهُمَّ باَعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَاياَيَ كَمَا باَعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
Allaahumma baa’id bainii wabainaa khotoo yaa ya kamaa baa ‘adta bainal-masyriqi wal-maghrib.
“Ya Allah, jauhkan lah saya dari pada kesalahan dan dosa sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat.
اَللّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَاياَ كَماَ يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ
Allaahumma naqqinii minal khotoo-yaa kamaa yunqqots tsaubul abyadhuu minaddanas.
Ya Allah, bersihkanlah saya dari segala kesalahan dan dosa sebagiamana bersihnya kain putih dari kotoran.
اَللّهُمَّ اغْسِلْ خَطَاياَيَ باِلْماَءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
 Allaahumma-ghsil khotoo-yaa ya bil maa i-wats tsalji wal-barod.
Ya Allah, sucikanlah segala kesalahanku dengan air, salju dan air embun sebersih-bersihnya.

Bacaan Ruku

  سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ
Subhaana rabbiyal ‘adziim (dibaca 3x)
“Maha suci tuhanku yang Maha Agung.”

Bacaan I’tidal

رَبَّنَا وَلَكَ اْلحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ
Robbanaa wa-lakalhamdu hamdan katsiiran thayyiban mubaa-rokan fiihi. 
“Wahai Tuhan kami, bagi-Mu saja segala puji, saya memuji-Mu dengan kebanggaan yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah,”
Bacaan Sujud
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى
Subhaana rabbiyal a’laa
“Maha suci Tuhanku, Yang Maha Tinggi”
Terkadang untuk bacaan ruku dan sujud, lafadza sama yakni dengan memakai bacaan ini :
سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ رَبَّناَ وَبِحَمْدِكَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى
Subhaanaka allaahuma robbanaa wabihamdika allaahumaghfirlii.
 “Segala puji bagi-Mu, Ya Allah Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu yan Allah ampunilah
aku”.
Bacaan duduk antara 2 sujud

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى
Allaahummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii.
“Ya Allah maafkanlah aku. Kasihanilah aku. Cukupilah aku, Berilah petunjuk aku, dan berilah rizki untuk aku”.

Bacaan tasyahud

 اَلتَّحِيَّاتُ لِلّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّباَتُ لِلّهِ
Attahiyyaatu lillaahi wa-shsholawaatu wa-ththoyyibaat. 
“Segala kehormatan, segala karunia, segala shalat, dan semua amal shalih hanyalah kepunyaan Allah.”
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهاَ النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ
Assalaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu wa-rohmatullaahi wa-barokaatuh.
Keselamatan atas engkau wahai Nabi Muhammad, demikian pula rahmat Allah dan keberkahannya.”
اَلسَّلاَمُ عَلَيْناَ وَعَلَى عِباَدِاللهِ الصَّالِحِيْنَ
Assalaamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillaahi shshoolihiin.
“Keselamatan dicurahkan pula untuk kami dan atas seluruh hamba Allah yang shaleh-shaleh.”
أَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Asyhadu anlaa ilaaha illallaah wa-asyhadu annamuhammadan ‘abduhu warosuuluh.
Aku Bersaksi tidak ada yang kuasa yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad yakni hamba dan utusan Allah.”
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَالِ مُحَمَّدٍ. كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Allaahumma sholli  alaa Muhammad wa-alaa aali Muhammad. Kamaa shollaita alaa ibroohiim wa-aali ibroohiim. Wabaarik alaa Muhammad wa-aali Muhammad. Kamaa baarokta alaa ibroohiim wa-aali ibroohiim. Innaka hamiidummajiid.
“Ya Allah, berikanlah sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau menunjukkan sholawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi maha mulia.

Bacaan Setelah Tasyahud Awal

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيراً وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ, فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Allahumma in-nii dzolamtu nafsii dzulman katsiiro wa-laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta. Faghfir-lii maghfirotan min ‘indika war-hamnii innaka antal ghofuurur rohiim.
“Ya Allah, sungguh saya banyak mendholimi diriku, dan tidak ada yang bias mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Oleh lantaran itu ampuni dosa-dosaku dengan ampunan dari sisi-Mu dan berikanlah rahmat kepadaku. Sesungguhnya Engkau Maha Mengampuni Lagi Maha Penyayang.

Bacaan Setelah Tasyahud Akhir

اَللّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ, وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ, وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْياَ وَالْمَمَاتِ, وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi Jahannam, Wa-min ‘adzaabil qobri, Wa-min fitnatil mahyaa walmamaati. Wa-min syarri fitnatil masiihiddadjaal.
“Ya Allah, bahwasanya saya berlindung kepada-Mu dari siska Neraka Jahanam, siksa kubur, fitnah kehidupan serta fitnah sesudah kematian, dan dari kejahatan fitnah al-Masih ad-Dajjal.”

Bacaan Salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalaamua’alaikum wa-rohmatullaahi wa-barokaatuh.
“Semoga keselamatan dan Rahmat Allah dan keberkahan-Nya terlimpahkan kepada kalian.”

Bacaan sesudah Sholat 

أَسْتَغْفِرُالله
Astaghfirullah (dibaca 3x)
“Aku mohon ampun kepada Allah.”
 اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَم وَمِنْكَ السّلاَم تَبَارَكْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ
Allohumma antas salaam, wa-minkas salaam tabaarokta yaa dzaljalaali wal-ikrom.
“Ya Allah, Engkau maha sejahtera, dan hanya dari-Mu kesejahteraan, Maha suci Engkau, Wahai yang kuasa pemilik keangungan dan pemilik kemulian.”

Dilanjutkan dengan membaca Ayat Kursi, Surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas dan kemudian membaca :

سُبْحَانَ اللهِ
Subhanallah…. Dibaca 33x
“Maha suci Allah.”
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillah…. Dibaca 33x
“Segala Puji bagi Allah.”
اللهُ أَكْبَر
Allahu akbar…. Dibaca 33x
“Allah Maha Besar.”
لاَإِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaaha illallohu wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syai’in qodiir.
“Tidak  ada yang kuasa yang wajib disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya lah segala kerajaan, dan bagi-Nya segala puji. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Setelah Saya bandingkan ternyata tidak ada perbedaan yang signifikan antara bacaan sholat Muhammadiyah dengan NU. Hanya sedikit saja dan itu pun bukanlah sutu problem lantaran dalam pandangan Saya yang notabene berguru fiqih mazhab Syafi’i, semua bacaan sholat hukumnya sunat terkecuali bacaan takbirotul ihrom dan Al Fatihah.
Dengan demikian adanya perbedaan di atas, itu sudah biasa bagi Saya, lantaran memang di pesantren dipelajari bagaimana cara toleransi dengan mazhab lain. Sesungguhnya jikalau ada orang yang terlalu fanatik dan ngeyel bahwa mazhab ia yang paling bener, berdasarkan Saya ia belum beres ngajinya.
Semoga umat Islam bersatu demi kejayaan muslim dan negara Indonesia tercinta. Artikel ini juga dicari dengan judul :
– sholat fardhu muhammadiyah
– bacaan sholat muhammadiyah pdf
– gerakan sholat muhammadiyah
Sumber :
https://rejekinomplok.net/bacaan-sholat-muhammadiyah/