Bacaan Sholat Tahajjud Yang Benar

Saya yakin teman yaitu jago tahajud sehingga sudah tidak absurd lagi dengan bacaan sholat tahajud. Namun tidak ada salahnya Kami menuliskan kembali beberapa bacaan yang bekerjasama dengan sholat tahajud menyerupai bacaan niat sholat tahajud dan bacaan doa sehabis melaksanakan sholat tahajud. Untuk praktik sholat tahajud,  Kami yakin semuanya niscaya dapat dan bagi siapa pun yang kebetulan sedang membutuhkannya, berikut ini ada beberapa informasi yang sangat jelas.

Bacaan niat sholat tahajud
Seperti biasa, setiap sholat harus niat dahulu, begitu juga dengan sholat tahajud. Setelah posisi bangun tegak sambil menghadap qiblat, lakukanlah niat sembari membaca lafadz niat sholat tahajud.

اُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Aku niat melaksanakan shalat sunat tahajud 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, ketika ini, alasannya yaitu Allah ta’ala.

Seperti biasa, sehabis niat, Anda pribadi membaca iftitah, surat Al Fatihah dan surat pendek.

Bacan surat pendek pada sholat tahajud
Adapun bacaan surat pada sholat tahajud bekerjsama tidak ada ketentuan harus surat ini dan surat itu, kita bebas menentukan surat apa saja. Hanya saja bila kita mengambil keutamaan, maka bacaan surat pendek yang disunatkan pada sholat sunat tahajud 2 rakaat yaitu :
Rakaat 1 : Surat Al Kaafiruun
Rakaat 2 : Al Ikhlash

Bacaan doa sholat tahajud
Selanjutnya lakukan gerakan dan bacaan sholat pada umumnya dari ruku, itidal, sujud, duduk antara 2 sujud, tasyahud dan salam. Setelah salam, bacalah doa sholat tahajud di bawah ini.

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ  

ALLAAHUMMA LAKAL HAMDU, ANTA NUURUSSAMAAWAATI WAL ARDHI WAMAN FIIHINNA, WALAKAL HAMDU ANTA QAYYIMUSSAMAAWAATI WAL ARDHI WAMAN FIIHINNA, WALAKAL HAMDU ANTAL HAQQU, WAWA’DUKA HAQQUN, WAQAULUKA HAQQUN, WALIQAA-UKA HAQQUN, WALJANNATU HAQQUN, WA NNAARU HAQQUN, WASSAA’ATU HAQQUN, WANNABIYUUNA HAQQUN, WAMUHAMMADUN HAQQUN. ALLAAHUMMA LAKA ASLAMTU WABIKA AAMANTU WAILAIKA TAWAKKALTU, WAILAIKA ANABTU, WABIKA KHAASHAMTU, WAILAIKA HAAKAMTU, FAHGHFIRLII MAA QADDAMMTU WAMAA AKHKHARTU, WAMAA ASRARTU WAMAA A’LANTU, ANTAL MUQADDIMU WA ANTAL MU-AKHKHIRU LAA-ILAAHA ILLAA ANTA  

“Ya Allah, bagi-Mu lah segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi dan sesuatu yang berada di antara keduanya, bagiMu segala puji, Engkau yaitu pemelihara langit dan bumi dan siapa saja yang menghuninya, Engkau yaitu benar, dan janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, surga-Mu benar, neraka-Mu benar, final zaman benar, para nabi benar, dan Muhammad yaitu benar. Ya Allah, kepada-Mu saya berserah, kepada-Mu saya beriman, kepada-Mu saya bertawakkal, kepada-Mu saya menyandarkan diri, karena-Mu saya memusuhi, dan kepada-Mu saya meminta penghakiman, maka ampunilah bagiku apa yang telah saya perbuat dan apa yang belum saya lakukan, apa yang saya lakukan secara sembunyi-sembunyi dan apa yang saya lakukan secara terang-terangan, Engkaulah Dzat Yang Maha terdahulu dan Engkaulah Dzat Yang Maha terakhir, tiada sesembahan yang hak selain Engkau .”
(Shahih Bukhari : 5842)